Pidato AHY dalam tinjauan struktur saintifik tentang Strategi. Ngga ada matinya.

Dalam ilmu manajemen strategi itu dibagi menjadi 2 pertanyaan tentang What to achieve dan 3 pertanyaan tentang How to achieve it. Jadi strategi yang baik harus melibatkan ke-5 hal tersebut.

Pertanyaan What to achieve itu melibatkan 1. Pendefinisian domain dan 2. Pendefinisian goal atau tujuan. Strategi memenangkan pilpres/pileg tentu saja berbeda dengan strategi membangun setelah menang. Beda domain dan goal.

Saya sebut ini karena banyak yang ngga sadar bedanya. Pencitraan adalah salah satu strategi (how to) untuk memenangkan kontes politik. Ada aja yang masih pakai pencitraan setelah berkuasa. Ini ngga nyindir ya. Bukan cuma satu orang. Gejala umum.

Pidato AHY mendefinisikan domainnya dengan jelas. 4 Agenda utama. Keamanan & Perdamaian, Kesejahteraan, Demokrasi, dan Keadilan. Tidak ada yang mengejutkan di sini. Semua politikus harus berfikir tentang 4 hal ini jika benar ia memikirkan rakyat dalam suatu negara demokrasi.

Secara spesifik, tujuannya diperjelas dengan menetapkan 5 sasaran besar yang berupa:

1) Lapangan pekerjaan tersedia lebih banyak.

2) Pendapatan dan daya beli masyarakat lebih tinggi.

3) Kemiskinan makin berkurang.

4) Hubungan antara negara dan rakyat, serta kerukunan sosial lebih baik.

5) Keadilan, kebebasan dan keamanan lebih baik.

Dari sini terlihat bagaimana AHY memandang hubungan antara domain dan goal. Jika kita korespondenkan, kita peroleh:

Kesejahteraan : sasaran 1, 2, 3

Keadilan : sasaran 3, 5

Demokrasi : sasaran 4, 5

Keamanan dan perdamaian : sasaran 4, 5.

Analisa sederhananya,

a. AHY memiliki bobot perhatian yang lebih besar terhadap kesejahteraan dibanding yang lain karena punya 3 sasaran. Yang lain cuma dua.

b. Keadilan adalah jembatan antara kesejahteraan dan demokrasi. Anda lihat keadilan dibicarakan dalam konteks kesejahteraan dan juga demokrasi.

c. Demokrasi dipandang harus seiring dengan keamanan dan perdamaian. Mereka dibicarakan pada poin-poin sasaran yang sama.

Saya harus bilang, ada sesuatu yang cerdas di sini. Saat orang-orang ribut ngga jelas soal kelompok bhineka vs kelompok islam, AHY kembali ke isu dasar. Kesejahteraan. Poros AHY adalah poros orang-orang yang melihat masalah utama kita adalah kesejahteraan.

Yang saya suka itu adalah peletakan keadilan diantara kesejahteraan dan demokrasi. Kita pahami dalam spektrum kesejahteraan <~> demokrasi, akan teridentifikasi dua kelompok masyarakat yang berbeda. Kelas bawah, mereka yang dimarjinalkan tentu bicara soal kesejahteraan. Kelas atas dan terdidik tentu bicara soal pentingnya demokrasi. Toh mereka sudah sejahtera.

Bagi AHY, jembatan bagi dua kelompok ini adalah keadilan! Dan ini benar sekali.

Keberpihakan adalah sesuatu hal namun berlaku adil adalah hal yang lebih penting dalam menjebatani dua kepentingan yang berbeda. Anies, di Jakarta berkampanye untuk keberpihakan. Namun saat berkuasa, ia harus berkeadilan. AHY dalam orasinya tidak sedang berkampanye. Ia membayangkan bagaimana kita harus menjembatani dua kelompok ini saat membangun. Ia membayangkan jembatan keadilan.

Yang terakhir tentang bagaimana demokrasi itu harus sejalan dengan keamanan dan perdamaian. Demokrasi itu lokomotif untuk perubahan. Namun koridor dalam setiap perubahan adalah keamanan dan perdamaian. Menemukan ikatan antara dua konsep itu dan menjalinnya adalah tindakan cerdas. AHY.

Pertanyaan How to ada 3 yakni,

a. Menemukan dan memanfaatkan leverage

b. Pengalokasian resource

c. Melakukan sinergi atas sumberdaya yang tersedia.

Apa yang disebut AHY dalam pidatonya sebagai 9 strategi itu sebenarnya adalah rencana pengalokasian sumberdaya. Butir b dalam pertanyaan how to kita. Ada 9 poin.

1. pengurangan dan pelonggaran pajak.

2. melanjutkan pembangunan infrastruktur

3. mengembangkan UMKM dan kewirausahaan.

4. menaikkan gaji pegawai, upah buruh, dan pendapatan masyarakat secara umum.

5. meningkatkan program penanggulangan kemiskinan.

6. meningkatkan dan memperluas layanan kesehatan dan pendidikan.

7. meningkatkan kerukunan antar sesama elemen masyarakat, serta meningkatkan hubungan yang baik dan kemitraan antara negara dan masyarakat.

8. melanjutkan upaya menjaga stabilitas politik dan keamanan

9. melakukan penegakan hukum secara tegas, adil dan bebas kepentingan politik.

Resource deployment ini hanya mempertegas konsistensinya dengan tujuan di depan.

Dari 9 strategi, 6 bicara tentang kesejahteraan ekonomi. Kurang jelas apalagi fokusnya?

Yang menarik 6 strategi kesejahteraannya terbagi rata. 3 untuk kepentingan pertumbuhan (strategi 1,2,3) dan 3 untuk kepentingan pemerataan ( strategi 4,5,6). Ini adalah strategi keseimbangan ala pemerintahan SBY.

Butir a dalam how to yaitu leverage yang dilihat oleh AHY adalah kaum muda. Kaum milleneal. Bagi AHY muda adalah kekuatan dalam pikiran dan tindakan. Muda adalah keberanian dalam melakukan perubahan.

Kita memiliki bonus demografi yang bisa jadi pisau bermata dua. Bisa menjadi kekuatan. Bisa jadi kartu mati. AHY melihat kaum muda dengan optimis. Ia memperjuangkan kesempatan bagi mereka.

“Kesempatan yang setara bagi anak-anak muda untuk maju; kesempatan untuk mengembangkan kapasitas mereka; kesempatan untuk menjadi tuan rumah di negerinya sendiri; serta kesempatan untuk memenangkan kompetisi di panggung dunia”.

Kaum muda inilah yang harus menjadi leverage dalam pencapaian tujuan-tujuan pembangunan.

AHY melihat pentingnya sinergi saat menghadapi perubahan jaman yang sangat cepat. Tolong menolong antara mereka yang di depan dan di belakang dalam proses kemajuan. Tentu saja ini adalah sinergi antara pemerintah, inovator dan pengguna tehnologi. Mendorong kemajuan namun jangan sampai ada yg tertinggal di belakang. No man should be left behind.

Pidato yang articulate, lengkap dan dituturkan dengan struktur yang saintifik. Lalu mengapa kalian ragu?

Advertisements
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s