Ide Buruk Mendikbud. Suram.

Gagasan sih murah. Tapi kalau yang punya adalah seorang menteri pendidikan dan kebudayaan, kita harus waspada. Dia punya anggaran 20% dari APBN dan kita punya anak-anak yang bersekolah di bawah kebijakannya. Kita harus ikut bicara.
Gagasan tentang full day school untuk anak SD sampai SMA ini mengkhawatirkan. Bagi saya bukan soal beban anak. Mereka yang punya anak SD atau SMP seperti saya, tentu tahu bahwa anak juga berada di luar rumah sampai sore untuk berbagai kegiatan. Namun lebih pada kualitas yang bisa ditawarkan sekolah/negara pada kegiatan tersebut.

Mendikbud baru ini seperti tidak memiliki bayangan tentang variasi kualitas sekolah di Indonesia. Berapa persen sih sekolah pada tingkat pendidikan dasar yang telah memenuhi standar pendidikan minimal? Apalagi untuk memberikan layanan ekstra seperti itu.

Ya, anda bisa bilang ini adalah concern dari mereka yang mampu. Namun, buat apa saya punya uang kalau saya tidak bisa mempersiapkan anak saya untuk membuatnya bermanfaat bagi orang lain, kelak? Serta membekali mereka dengan skill pada hobby yang memudahkan mereka menikmati hidup. Seperti keahlian musik, balet dan sebagainya. Saya tidak percaya sekolah mampu memberikan itu. Saya harus cari pada mereka yang memang spesialis dan professional di bidang-bidang itu.

Menahan mereka di sekolah dengan keinginan untuk menanamkan karakter adalah sebesar-besarnya omong kosong. Apalagi kalau menanamkan karakter itu dilakukan dengan cara mencekoki mereka dengan ujaran-ujaran atau nasihat. Seperti dalam pengajian, misalnya. Mati aja.

Karakter ditempa melalui kesulitan dan pembelajaran untuk mengatasi tantangan. Nilai-nilai ditanamkan sepanjang proses untuk meraih tujuan pembelajaran. Saya dan anak-anak saya belajar banyak dari proses-proses ini. Saya tidak ingin juga memindahkannya ke pundak negara.

Bagi mereka yang tidak punya privillage seperti saya, ide ini mungkin tidak buruk sekali. Menahan mereka di sekolah bisa jadi memberikan ruang bagi ibu untuk bekerja. Alih-alih mengawasi anak di usia SD. Namun, mari kita terima fakta yang tidak menyenangkan ini. Kualitas SD atau SMP di mana mereka bersekolah relatif lebih rendah. Relatif lebih tidak mampu untuk menyediakan pendidikan ekstra kurikuler yang baik. Hanya akan jadi sesuatu yang percuma.

Saya curiga, mendikbud baru ini tidak memahami betapa besarnya upaya yang harus dilakukan untuk bisa menyediakan standar pelayanan minimal pendidikan dasar. Alih-alih memfokuskan diri dengan tugas utama itu, malah keluar dengan ide buruk seperti ini. Suram.

Advertisements
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

One Response to Ide Buruk Mendikbud. Suram.

  1. “Mendikbud baru ini seperti tidak memiliki bayangan tentang variasi kualitas sekolah di Indonesia.”

    Setuju. Seperti menteri-menteri sebelumnya. Kebijakan ujian nasional salah satu contoh kebijakan yang tidak mempertimbangkan variasi kualitas sekolah di Indonesia 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s