Puisi-puisi Cinta. Mungkin Juga Cuma Dusta.

Kerinduan Pada Cinta. ~ Jakarta 2014

Menghabiskan masa muda di kota hujan. Selalu ada kenangan yang terlintas kala menghirup segarnya tanah basah. The guiltlessness of love.

Dulu sekali. Pada suatu jalan sunyi di awal malam. Aku pernah bilang cinta padanya. Seorang gadis dengan mata sebening kaca.

Dingin. Menahan sejuta goda untuk letakkan tangan di bahunya. Kita janji untuk saling setia. Kami memang cuma punya kata-kata.

There was moment of akwardness. Dia menunduk seraya mencuri pandang. Mungkin dia ingin kecupan di dahi. Mungkin.

Tak tahu kenapa kenangan yang itu datang hari ini. Mungkin bukan hanya karena kucium lagi wangi yang sama. Mungkin ini soal kerinduan pada cinta.

Ada Doa Untukmu ~ Jakarta 2014

Pada dinginnya malam berhujan, kukenangkan kembali hangat pelukmu. Sedikit klise. Hanya ingin jujur.

Duniaku pernah terasa indah. Tanpa perlu ada rembulan yg menggantung di ujung pantai. Cukup tatap matamu.

Kita pernah lewatkan hari demi hari. Tanpa harus membohongi diri. Kita ada dalam hubungan yg punya tanggal kadaluarsa.

Dalam tahap hidup berbeda. Engkau, dalam mudamu, masih harus membangun dunia. Aku? Sinis, tua dan luka.

Kini kudengar kau telah pilih satu untuk sisa hidupmu. Menikahlah. Engkau berhak bahagia. Doaku mengiringmu.

Despair ~ Jakarta 2015

Can I tell you a story about a man? He lost his way, very long time ago in this illusive web called love. Stranded. Sad.

He goes on. Day by day. Just to come back to where it always starts. So confused. Not an ounce of hope.

I see him dying. I see him fighting with no conviction. To get out from this pit. I almost feel sorry for him. Almost.

Because I told him to quit, long time ago. For I know he won’t get what he want. For I know love is just not for him. 
Sad.

Advertisements
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

One Response to Puisi-puisi Cinta. Mungkin Juga Cuma Dusta.

  1. Rini says:

    Semacam kasih tak sampai. Kadang, seseorang ditakdirkan hanya di hati kita, tidak di hidup kita (korban kata kata galau).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s