Political Market: Suatu Reminder tentang Peran Politikus

Political Market mungkin terminologi yang tendesius. Diturunkan dari kata political marketing, kata ini memaksa kita untuk berfikir tentang adanya suatu pasar (market). Padahal, ketika digunakan dalam bentuk kata kerja (marketing), political marketing cukup merujuk pada penerapan konsep-konsep marketing dalam memenangkan kontestasi politik. Terasa akademik dan streril.

Pasar. Segera terbayang keriuhan yang terjadi. Dimana suatu produk memiliki manfaat yang berbeda untuk tiap orang sungguhpun ongkosnya sama. Lebih jauh lagi, setiap pihak berusaha untuk memaksimumkan keuntungan yang diperoleh dari adanya pertukaran. Akan ada yang tertawa dan ada yang kecewa. Biasanya yang kecewa adalah mereka dengan informasi yang lebih miskin.

Kalau pasar biasa saja sudah sedemikian riuh, apalagi pasar politik. Kita segera membayangkan orang-orang dengan moral yang diragukan melakukan transaksi- transaksi politis. Mencari keuntungan pribadi atas nama kepentingan rakyat. Tidak juga.

Politcal Market adalah penegasan bahwa dalam kontestasi politik terdapat suatu value exchange. Kontestasi politik ini tentu saja tidak hanya pada perebutan jabatan publik namun juga pada jabatan-jabatan dalam semua organisasi. Toh pada akhirnya politik adalah suatu upaya untuk memperoleh dan mengelola kekuasaan.

Sebagai value exchange, setiap pasar tentu berbeda. Menyadari hal ini adalah langkah awal dalam mempraktikan political marketing secara efektif. Kita tentu saja masih ingat betapa sia-sia nya baliho-baliho yang dipasang oleh Andi Malarangeng di Jakarta dan Bandung untuk merebut jabatan Ketua Umum Partai Demokrat.

Dilain pihak, kita tahu bahwa para politikus busuk ini membawa kebiasaan membeli suara dengan uang (yang efektif untuk perebutan jabatan di partai politik) dalam kontestasi jabatan publik (Pilkada). Suatu hal yang kini telah menjadi senjata makan tuan. Ongkos menyuap voter ini ternyata telah menjadi sangat besar.

Sungguhpun mudah bagi kita untuk melihat ada yang keliru dari dua contoh di atas, politikus umumnya punya pandangan lain. Mereka datang selalu sebagai pembeli. Dan ini yang mencemaskan. Karena ketika mereka “membeli” kekuasaan maka mereka merasa kekuasaan tersebut milik mereka. Sehingga mereka merasa boleh melakukan apa saja saat mereka berkuasa.

Ketika seorang politikus menyadari bahwa dia datang sebagai penjual, maka dia akan masuk dalam suatu pertanyaan penting: Apa yang saya jual?
Susilo Bimbang Youdon’tknow bisa jadi menepuk keningnya dan sadar. Saya harus menaikan harga BBM. Karena sebagai penjual saya harus menyerahkan produk seperti janji saya. Menyejahterakan Indonesia. Bukan melakukan sesuatu untuk sekedar menjaga citra.

Karena, seseorang yang waras selalu tahu bahwa yang dijual bukan orang. Namun produk. Benar bahwa seorang salesman harus memiliki sikap dan kemampuan tertentu, namun pada akhirnya benefit yang dirasakan oleh konsumen datang dari produknya. Seorang salesman yang baik akan membatasi janjinya pada apa yang bisa dilakukan oleh produknya.

Kesadaran bahwa peran mereka, politikus, adalah penjual ini menjadi sangat penting bagi sehatnya kontestasi politik di Indonesia. Kesadaran bahwa mereka tidak lain hanya merupakan suatu mata rantai bagi produk yang akan mendatangkan manfaat bagi mereka yang membelinya.

Secara kategoris, produk seorang politikus adalah kebijakan yang mampu mendatangkan empat hal. Melindungi segenap bangsa Indonesia, memajukan kesejahteaan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan perdamaian dunia. Semua ini ada di pembukaan UUD 45.

Namun, seperti layaknya produk yang lain, setiap kategori memiliki multi dimensi dimana setiap pesaing akan memilih penekanan tertentu. McD dan indomie secara kategoris mampu memberikan rasa kenyang. Konsumen, berdasarkan konteks konsumsinya akan melakukan pilihan.

Logika yang sama bisa diterapkan pada “produk” melindungi segenap bangsa Indonesia. Dengan sumberdaya yang terbatas, seorang pejabat publik harus melakukan pengurutan skala prioritas. Siapa yang akan lebih dia lindungi? Dalam bentuk apa perlindungan itu dilakukan? Ini yang sebenarnya merupakan janji kampanye. Sesuatu yang akan dilakukan ketika terpilih.

Bagi saya, political market merupakan terminologi untuk mengingatkan para politikus tentang apa peran mereka. Apakah mereka ingin diingatkan? We’ll see.

Advertisements
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s