Prospect Theory dan Aplikasinya Pada Problem Para Jomblo

Kayak judul skripsi ya mblo. Tapi percayalah bahwa ngga punya cewek itu bukannya karenanya kurang ganteng atau ngga punya duit. Mungkin sekedar kurang pemahaman tentang bagaimana cara kita berfikir dan mengambil keputusan. Musti belajar toh.

Prospect Theory ini resminya adalah karya dari Daniel Kahnman dan Amos Tversky yang menghasilkan hadiah Nobel dalam bidang ekonomi pada tahun 2002. Siapa bilang ngga bisa diterapkan dalam cari pacar?

Coba kita lihat problem pertama ini. Manakah yang akan kita pilih:
A. Nembak cewek dengan nilai 7 tapi pasti diterima
B. Nembak cewek dengan nilai 9 dengan kemungkinan di terima 90%

Bandingkan dengan problem yang kedua:
A. Jujur ama selingkuhan yang pastinya diputusin ama selingkuhan
B. Bohong kalau udah punya pacar dengan kemungkinan 90% diputusin baik pacar maupun selingkuhan

Kalau kita berperilaku sama dengan mayoritas orang, maka dalam problem pertama kita akan pilih A sedangkan di problem kedua kita akan pilih B. Bener opa ora?

Mengapa kita memilih itu? Karena ditemukan oleh Kahneman dan Tversky bahwa kita pada dasarnya Risk Averse dan Loss Averse. Dalam konteks gain (beroleh manfaat) kita lebih senang yang pasti pasti aja. Hadiah langsung dengan nilai yang jauh lebih kecil lebih menarik dari undian berhadiah yang susah dapetnya. Ini semua adalah Risk Averse.

Tapi dalam kondisi dimana pilihan kita sama ngga enaknya (loss) maka kita akan lebih suka untuk berjudi kalau itu bisa membuat kita lolos. Sekecil apapun peluang untuk lolos. Loss aversion.

Dalam prospect theory ini ada beberapa konsep yang penting. Yang pertama dasar penentuan gain atau loss adalah reference points. Awam akan berfikir bahwa reference point ini sama dengan status saat ini. Jadi bayangkan kalo kamu punya temen baik. Gain dibayangkan sebagai temen baik itu jadi pacar. Loss adalah kamu ngga temenan lagi. Tapi ngga cuma itu. Reference point ini bisa saja sesuatu yang kita merasa berhak untuk dapet. Misalnya udah nemenin pacar nyalon dan belanja di supermarket. Kalau pulangnya ngga dapet ciuman, untuk beberapa orang yang ngarep.com itu adalah loss :D.

Yang kedua adalah principle of diminishing sensitivity. Ciuman pertama dari cewek itu gainnya lebih besar dari ciuman ciuman berikutnya. Kalau udah pacaran setahun, ciuman mungkin berasa udah kayak salaman. Sebaliknya dicemberutin untuk pertama kali itu loss nya terasa gede banget. Makin sering dicemberutin makin ngga ngefek.

Yang paling penting dalam Prospect Theory adalah sensitifitas kita terhadap loss selalu lebih besar daripada gain. Terjebak dalam friendzone adalah cerminan dari fenomena ini. Kalo dipikir, temen kita pasti banyak. Hilang temen satu secara itungan loss harusnya memiliki nilai lebih kecil dari pada gain punya pacar. Tetep aja kita ngga mau ambil resiko itu.

Sekarang mari kita lihat applikasinya dalam cari pacar.

Kebanyakan kamu pada malas ngedeketin cewek yang lagi dideketin ama cowok lain. Sebenarnya cuma ada dua alasan sah kenapa loe boleh males. Cowok itu temen kamu atau badannya gede banget. Kalau cuman lebih ganteng atau lebih kaya aja jangan terlalu takut. Kenapa?

Kata kuncinya adalah nembak duluan. Dengan itu kita memberi cewek itu problem pertama. Risk Averse. Cowok saingan kamu kemungkinan besar akan nembak tapi belum pasti. Cewek itu cenderung akan milih kamu yang udah pasti. Tapi syaratnya kamu ngga jauh-jauh kalah cakepnya dengan saingan kamu 😀

Applikasi kedua tentang prospect theory ini adalah pengelolaan point of reference. Hal ini penting karena kita tahu bahwa poin ini menentukan persepsi tentang loss dan gain. Unexperienced jomblo bakal ngedeketin cewek dengan cara nraktir sana atau ngasih hadiah ini itu. Salah.

Memberikan hadiah atau kebaikan berlebihan akan memindahkan reference point ke arah gain. Artinya waktu pacaran nanti dia akan mengharapkan sesuatu yang jauh lebih dari pada saat PDKT, agar dia merasa keputusannya benar.

Kenapa cewek cewek itu bisa sangat tergila gila sama bad boys? Pada dasarnya karena bad boys menggeser point of reference ke arah loss. Dari titik itu, sedikit saja perhatian yang diberikan oleh bad boys ini sudah sangat berarti bagi si cewek.

Jadi kunci dalam proses pendekatan, selalu keep her expectation low tapi occasionally kasih perhatian yang dalam dan membekas. Tsah.

Sekarang bagaimana kita berhadapan dengan loss aversion? Secara umum kita harus belajar untuk cut lost. Dalam kasus kedua kita, strategi yang paling baik adalah come clean ama selingkuhan tadi. Jangan ambil resiko untuk kehilangan pacar juga.

Misal kamu LDR dan pacarmu selingkuh di sana. Kamu tergerak untuk cari penerbangan dan nyusul ke sana untuk mempertahankannya. Jangan.

Film film Hollywood selalu ngajarin kita tentang bertindak dramatis dan penuh resiko pada saat akan kehilangan kekasih. Padahal dalam dunia nyata kemungkinan terbesar adalah kehilangan kekasih dan menanggung resiko. Relakan. Nanti kita cari lagi ya mblo.

Advertisements
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

2 Responses to Prospect Theory dan Aplikasinya Pada Problem Para Jomblo

  1. widy says:

    Yuuk nyari lagi… hehehehe

  2. RudiKasim says:

    Jomblo kok ngomongin jomblo….#eh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s