Percikan Pemikiran Di Masa Lalu Tentang Timor Timur

Area Studies: East Timor (r)
From: apakabar@clark.net
Date: Wed Apr 19 1995 – 15:04:00 EDT

From: John MacDougall

Forwarded message:
From apakabar Wed Apr 19 16:16 EDT 1995
Path: news.clark.net!news.sprintlink.net!howland.reston.ans.net!gatech!bloom-beacon.mit.edu!senator-bedfellow.mit.edu!athena.mit.edu!ardiwm
From: ardiwm@athena.mit.edu (Ardi Wirda Mulia)
Newsgroups: soc.culture.indonesia
Subject: Re: TIM-TIM… KENAPA RISUH?
Date: 19 Apr 1995 19:20:53 GMT
Organization: Massachusetts Institute of Technology
Lines: 46
Distribution: world
Message-ID:
References:
NNTP-Posting-Host: caes-sun-2.mit.edu
Apparently-To: apakabar
Content-Type: text
Content-Length: 2746

My dear friend Pa’de Goes,

Marilah berfikir tidak dari segi RUGI dan MALU untuk suatu masalah yang
telah ( katanya) menelan lebih dari 200.000 jiwa rakyat Timor-Timur dan (
sayangnya tidak di propagandakan) mungkin belasan ( ?? ) ribu prajurit TNI
. Fakta yang ada menunjukkan bahwa Indonesia melakukan invasi terhadap
Timor-Timur. Anda boleh berargumentasi bahwa kedatangan prajurit TNI ke
Timor-Timur semata-mata untuk mengamankan proses integrasi yang telah
dipilih oleh sebagian besar rakyat Timor-timur. Namun jelas terlalu
banyak kejanggalan dalam argumentasi serupa ini. Kita tidak bisa menutup
mata bahwa PEMERINTAH INDONESIA memiliki suatukepentingan tersendiri untuk
datang ke Timor-timur. Dalam hal ini sepertinya kita memiliki suatu
standard ganda. Mudah-mudahan anda masih ingat akan sejarah tentang
Tuanku Imam Bonjol. Dilukiskan adanya pertikaian antara kaum adat dan
kaum putih di suatu daerah di Minang Kabau. Pihak adat mengundang tentara
belanda untuk menyelesaikan konflik tersebut. Kita selalu mengutuk
tentara belanda dan memberi gelar pahlawan terhadap Tuanku Imam Bonjol.
Pada saat ini PEMERINTAH kita adalah tentara belandanya kaum putih bagi
sebagian rakyat Timor-timur

Proses menyatu menjadi suatu bangsa bukan suatu proses yang sederhana.
Dalam hampir 30 tahun pemerintahan orde baru, segala bentuk penekanan
selalu bermuara pada jargon ” Demi persatuan dan kesatuan”. Apa yang bisa
kita tangkap dari fakta ini? Tidak mudah untuk bersatu. Lalu, mereka (
PEMERINTAH INDONESIA YANG TERCINTA (SIGH)) mengabarkan kepada kita bahwa
saudara kita di Timor-timur ingin bersatu dengan kita. What a story !!.
Lalu mulai mengirimkan tentara yang membuat teman-teman kita menjadi anak
yatim ( Saya masih bisa mengingat, pada tahun 78 an beberapa ayah teman
saya tewas untuk sesuatu yang mungkin tidak mereka fahami. Alangkah
sedihnya jika mereka menyadari bahwa ayah mereka mati untuk kepentingan
suatu rezim yang merasa perlu untuk mempertahankan kekuasaannya)

Memang benar, pemerintah kita telah mengeluarkan banyak usaha untuk
membangun Timor-timur. Bukan sesuatu yang harus dibanggakan karena itu
adalah harga yang harus dibayar untuk suatu pelanggengan kekuasaan. Pa’
de Goes telah menekan tombol yang tepat dengan mengatakan : Keadaan daerah
sekitar Tim-tim sangat jauh tertinggal dibandingkan Tim-tim karena
anggaran pembangunan mereka banyak tersedot oleh Tim-tim. Ternyata, kita
juga ( rakyat Indonesia ) yang harus membayar, bukan PEMERINTAH INDONESIA
!!.

Apa yang ingin saya sampaikan di sini adalah : mari kita jujur kepada diri
kita sendiri. Berikan rakyat Timor-Timur kesempatan untuk menentukan masa
depannya. ( Ada provinsi lain yang mau ikut ?? )

Salam,

Ardi Wirda Mulia

Advertisements
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s